Tanamkan Nilai Wasathiyyah Sejak Dini, MAI Hadirkan Dr. Muchlis M. Hanafi dalam Sesi Moderasi Beragama Nahwal Al-Azhar 2026

25 July 2026

Bekasi, 25 Juli 2026 – Markaz Al-Azhar Indonesia (MAI) kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Nahwal Al-Azhar 2026 dengan menggelar sesi kedua bertajuk “Moderasi Beragama: Apa, Mengapa, dan Bagaimana.” Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pembekalan bagi Calon Mahasiswa Baru (Camaba) Universitas Al-Azhar Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Juli 2026.

Sesi kedua diselenggarakan pada pukul 19.30 WIB hingga 22.00 WIB dan menghadirkan Dr. Muchlis M. Hanafi, M.A., Sekretaris Jenderal OIAA Indonesia, sebagai narasumber utama. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Markaz Al-Azhar Indonesia, Muhammad Arifin, M.A., serta Wakil Direktur MAI, Willy Octaviano, Lc., M.A.

Dalam pemaparannya, Dr. Muchlis M. Hanafi menjelaskan bahwa salah satu identitas utama Universitas Al-Azhar adalah komitmennya dalam mengusung manhaj wasathiyyah (jalan tengah), yaitu cara pandang keislaman yang moderat, seimbang, adil, dan toleran. Menurut beliau, wasathiyyah bukanlah sikap yang mengurangi prinsip-prinsip agama, melainkan pendekatan yang menempatkan ajaran Islam secara proporsional, menghindari sikap ekstrem, serta mengedepankan kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan.

Beliau juga menegaskan bahwa seorang mahasiswa Al-Azhar tidak hanya dituntut untuk memiliki penguasaan ilmu keislaman yang mendalam, tetapi juga dituntut mampu menjadi duta Islam yang membawa nilai-nilai rahmat, kedamaian, serta mampu berdialog dengan berbagai kalangan secara bijaksana. Nilai-nilai inilah yang selama berabad-abad menjadi ciri khas Al-Azhar sebagai salah satu pusat keilmuan Islam terkemuka di dunia.

Melalui materi ini, para Camaba diajak untuk memahami bahwa menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar bukan sekadar mengejar gelar akademik, tetapi juga memikul amanah untuk menjaga dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, serta mampu menjawab tantangan masyarakat modern.

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan dan diskusi mengenai moderasi beragama, tantangan dakwah, serta implementasi nilai wasathiyyah dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan semangat belajar para Camaba untuk lebih mengenal jati diri Al-Azhar.

Melalui penyelenggaraan sesi ini, Markaz Al-Azhar Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memfasilitasi proses masuk calon mahasiswa ke Universitas Al-Azhar, tetapi juga memperkenalkan identitas, tradisi keilmuan, serta nilai-nilai luhur yang diemban Al-Azhar sejak dini. Dengan demikian, para Camaba diharapkan telah memiliki pemahaman yang utuh mengenai manhaj Al-Azhar sebelum memulai perjalanan akademik mereka di Mesir.

Program Nahwal Al-Azhar menjadi salah satu wujud nyata komitmen MAI dalam membentuk generasi mahasiswa Al-Azhar Indonesia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter wasathiyyah, berakhlak mulia, mampu menjadi perekat persatuan umat, serta siap mengabdikan ilmunya bagi bangsa, negara, dan peradaban Islam.

Leave a Comment